Bergantinya tren berbelanja orang indonesia menyebabkan
perusahaan ritail gulung tikar, dengan banyak kemudahaan yang diberikan
berbelanja online menjadikan orang beralih menggunakan toko online.
Di tahun 2017 teritung lebih dari 7 perusahaan retail gulung
tikar dari indonesia, dikarenakan sepinya pengunjung yang mendatangi gerai
gerai mereka yang lebih memilih memesan dari rumah saja, dengan alasan lebih
cepat, tidak mau repot ataupun banyak promo yang diberikan oleh toko online.
Menurut wakil ketua APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel
Indonesia) Tutum Rahanta mengatakan bahwa hal tersebut adalah persaingan yang
tidak adil, lantaran pemerintah harus mengatur pajak dan regulasi terkait
persaingan antara online dan offline.
Bahwa perusahaan offline untuk mendirikan toko harus
memiliki lebih dari 20 izin penjualan, lalu toko online melakukan penjualan
dengan cepat dan belum memiliki aturan yang resmi, jadi siapa pun bisa
mengakali harga dalam penjualan online tersebut, berbeda dengan toko offline
yang harus melakukan penyetaraan harga terlebih dahulu
Berberapa toko yang tutup pada tahun 2017:
- · VANS :tutup di awal tahun tetapi sekarang mulai buka store lagi di Indonesia
- · Matahari :berberapa gerai matahari tutup dikarenakan sepinya pengunjung
- · 7-Eleven :hengkangnya 7-Eleven dikarenakan beratnya persaingan di indonesia
- · Ramayana :berberapa gerai ramayana pun tidak luput dari gulung tikar
Dan masih ada berberapa yang belum disebutkan dan semoga ada
langkah selanjutnya untuk masalah jual beli di indonesia ini, demi berjalan
mulusnya perekonomian yang lebih baik

Komentar
Posting Komentar